Selasa, 30 April 2013

PROGRAM EKA - HRS

Suatu program yang dibuat khusus dari seorang aku untuk siapapun yang membutuhkan, langkah awalnya aku mulai dari TUBAN Jawa Timur karena disanalah tempat ibuku dilahirkan. Selain juga dengan pertimbangan bahwa masyarakat Tuban banyak yang sebagai pengusaha kecil apakah itu penjual warung klontong, penjual nasi, penjual helm ataupun tukang becak dan lain-lain.
Program EKA - HRS adalah singkatan dari Ekonomi KerAkyatan oleh seorang aku Heri Retno Sunarihati, bukan untuk mencari keuntungan yang pasti tetapi hanya terinspirasi oleh kata-kata IPPO SANTOSA bahwa "kalau ingin sukses maka sukseskan orang lain, ingin bahagia? bahagiakan orang lain, ingin doa dikabulkan oleh-Nya? doakan orang lain, ingin dibantu oleh-Nya? bantu lah orang lain, ingin usaha membesar? Besarkan usaha orang lain." 
Tanpa berteori ataupun mungkin bukan berarti tidak percaya pada pengelolaan yang besar, karena sudah pasti sudah banyak program yang seperti ini. 
Dan di awal mei ini tepat di MAY DAY, sudah aku temukan 4 orang untuk memulai programku ini bukan untuk mencari keuntungan dalam bentuk apapun hanya berusaha bisa membantu mereka yang membutuhkan. 
Dan inilah ke 4 orang pertama yang telah masuk di dalam programku mulai bulan Mei 2013, sbb :

 Namanya bapak AGUS SUNARDI tukang becak di Tuban.



Namanya bapak Encep Setiawan penjual helm di Tuban.
 

Namannya ibu Sulastri penjual klontong di Tuban.
 

Namanya ibu Warsiati jual Nasi bungkus di Tuban.

Semoga langkah awal ini bisa menjadi berkah dan lancar dalam pelaksanaannya. Dan bisa membuat usaha dari masing-masing bisa bertambah bagus sehingga bisa menambah pendapatan dan mengurangi kemiskinan di Tuban khususnya, yang mudah-mudahan akan terus berkembang sehingga bisa meskipun sedikit untuk perbaikan ekonomi kerakyatan negeri ini.

BERTEMU SEORANG BEDI .. PEMUDA KENDURUAN TUBAN




Pertama kali melihatnya tak terpikir untuk bisa selalu bersamanya, itulah indahnya rahasia Allah tentang yang namanya jodoh. Kami bertemu saat salah satu teman sekos dan sekelasnya mengajak main ke kosanku di malam minggu. Dia pendiam, hmmm?? boleh dibilang ga banyak kata dan senyumpun juga susah. Penampilan sangat sederhana, badanya yang kecil dibalut dengan celana ketat dan kaos yang kedodoran serta rambutnya sedikit panjang kruil menyentuh lehernya. Pertemuan pertama kali itu sama sekali tak ada dalam ingatan aku, tapi waktu ke waktu setelah itu semakin mengenalkanku pada seorang BEDI ini tepatnya Achmad Zubaidi. Ternyata dia memang pendiam, dibesarkan oleh seorang ayah yang guru di desa jauh dari kota Tuban tepatnya Sidomukti Kenduruan TUBAN dan seorang ibu yang selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya terutama dalam hal sekolah.
Kesederhanaan membuatku sedikit ingin tahu mengenai sosok satu orang ini yang hari demi hari membuat kami semakin dekat karena kosannya selalu aku lewati andai berangkat ke kampus, kadang mampir sebentar cuma sekedar nengok ngapain tu para cowok di kosan, ada yang nyanyi2 gitaran, ngerjain tugas atau cuma sekedar bercanda bersama (ternyata sama juga kalo anak kos putri ngumpul)
Dan ternyata dia adalah anak laki-laki pertama di keluarganya karena kedua kakaknya adalah perempuan, besar dalam keterbatasan karena harus berbagi dengan keenam saudaranya membuatnya bijaksana dalam melakukan apapun. Kemudian saat di kampus pula dia mengikuti kegiatan Karate Inkai sama seperti aku yang waktu itu ikut kegiatan Tae Kwon do, satu hal seorang yang menguasai satu bidang olah raga selain badannya sehat pasti jiwanya juga kuat dan sportif itu yang aku suka.
Hanya beberapa bulan setelah mengenalnya mungkin termasuk yang sesuai untuk kesekian kriteriaku dalam menemukan teman hidup, bukan termasuk penampilan karena itu masih bisa dimake over. Bagiku hanya wajib beragama Islam, yang pasti belajar di bidang teknik, tidak merokok, menguasai 1 bidang olah raga juga anak laki-laki pertama karena biasanya anak laki-laki pertama itu bertanggung jawab peduli sama adik-adiknya. Ini adalah penentuan sebagai teman hidup bukanlah teman yang hanya menemani kita sehari dua hari atau bulan atau tahun, tapi selamanya. Allah memang tak pernah menunjukkan siapa jodoh kita secara langsung, tapi ikhtiar selain berdoa adalah melihat dari sikap dan tindakan yang bisa mendukung yang bersangkutan hingga kelak bisa memikul tanggung jawab sebagai suami dan ayah anak-anak adalah hal yang tak gampang dilakukan (buat aku lo ya?). 
Dan alhamdulillah Allah memberikan apa yang aku doakan dengan kehadirannya seorang mas Bedi.
Awal jadiannya mungkin bisa dibilang spesial, karena bisikan beberapa teman yang mengatakan dia murung karena aku (hikss asli geer tibakno), membuatku memberanikan diri menanyakan kepadanya ".... Kamu suka sama aku ya??"  untungnya waktu itu dijawab "Itu kan hakku" coba kalau dijawab enggak ya EGP saja sih hahaha. Padahal setelahnya dia cerita murungnya karena ortunya mungkin ga bisa lagi 100% membiayai kuliah karena adiknya juga musti kuliah.
Kalau boleh jujur hari-hari penyesuaian diri saat masih sama-sama kuliah adalah hari-hari yang saat itu rasanya sangat tersiksa, setiap detik memikirkan apa yang sedang dilakukannya sementara waktu itu belum ada hp yang bisa sms atau telpon setiap waktu. Andai janjian ketemu untuk makan bareng terus tak bisa datang saja sudah nangis berurai-urai (kalau ingat lebay banget deh!!) paling alasannya adalah ngerjain tugas, maklum mahasiswa teknik. gitu kali waktu itu. Seingatku dulu kalau berkunjung ke kosanku dia membunyikan bell secara khusus sehingga apabila bell itu berbunyi maka sekosan akan berteriak memanggilku. Satu cerita yang tak akan terlupa.
Saat lulus aku lebih dulu untuk wisudanya aku usahakan bersama yang justru waktu itu aku sudah bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan lampu di sidoarjo. Dan dia kerja membuat waduk di tepi sungai porong setelah lulus kuliah. Meskipun sering beda pendapat, dimana aku sebagai perempuan lebih mengedepankan perasaan sementara dia selalu berpikir sehingga banyak hari-hari malah terkadang membuat aku berpikir kalau terus beda pendapat bagaimana nanti bila sudah hidup bersama. Tetapi kembali lagi dalam doa ku mendapat keyakinan bahwa apa yang telah aku tetapkan berdasar penilaian yang maksimal itu tentu lebih bisa mengatasi apapun permasalahan yang nanti kami hadapi. Dan alhamdulillah, waktu berlalu akhirnya tepat 2 september 1995 dia mengucapkan ijabnya di depan alm. bapakku.  
Dan alhamdulillah perjalanan pernikahan kami hingga detik ini berjalan baik, Allah memberi kepercayaan kepada kami untuk menjaga 3 buah hati kami :
ACHMAD ADHIAKSA HUTOMO lahir 10 Agustus 1996 
RACHMA AZAHRA RAMADHANI lahir 28 Oktober 2003
RACHMA INDIRA ASASHITA lahir 5 Agustus 2005.


Tetap ada kerikil yang harus kami lewati, tetapi kembali percayaku kepada Yang Maha Kuasa saat mempertemukan kami selalu bisa menuntun aku untuk bisa melangkah hingga detik ini. 
Terimakasih dan Alhamdulillah selalu aku panjatkan di setiap doa dan sholat bersama mas Bedi, mohon selalu petunjuk untuk bisa membimbing kami dan anak-anak hingga kelak bisa berguna bagi orang banyak.

Senin, 29 April 2013

JR adalah Jeng Retno

 Aku pernah menulis ini di note FBku



AKU DAN MY JR
Pertama aku mengenal dunia property adalah saat my Hubby belajar S2 di Roorki India tahun 2000. My Dyaz masih baru TK ... berpikir untuk memberikan banyak teman bermain makanya aku tetapkan untuk menunggu di BSD bukan di Surabaya. Hari2 berat aku lalui berdua dengan jagoanku yang waktu itu masih 4 thn, hingga ibuku menelpon dan mengatakan kalau adikku akan menemani aku di BSD sambil mencari kerja kata ibuku ... ok, akhirnya memang adiku Yogi nemani aku di BSD. Waktu itu dia baru lulus arsiteknya di surabaya yang kemudian nyari kerja di jakarta, akhirnya sambil menunggu kerjaan yang sesuai dengan bidangnya aku sarankan untuk melamar di BMC atau BSD Marketing Club yang waktu itu sedang mencari anggota dan adiku masuk ke BMC itu yang banyak diikutkan untuk pameran property BSD di JCC atau di mall-mall di jakarta dan sekitarnya ... dari situlah, dikarenakan untuk mengusir rasa sepi dan mengisi waktu karena BMC sendiri ternyata free lance, akhirnya aku bener2 asyik berada di dalamnya... dunia yang dulu pertama kali lulus dari kampus ga pernah aku pikirin untuk bisa tekun mendalaminya. Asyik ikut dari pameran ke pameran kemudian merasakan hasil yang bener2 bisa aku nikmati bersama my Dyaz, bertemu orang2 baru yang tadinya pertama di BSD aku hanya mengenal jalan dari rumah ke BSD PLASA tapi setelah di dalam BMC aku tahu di setiap jengkal BSD ... hemmm, dulu ada ibarat kalo ada batu yang berpindah letak saja kita tahu...dan alhamdulillah BSD dulu juga membrikan training. akhirnya aku merasakan gimana enjoynya kerja di dunia property serasa kita bisa menjadi diri sendiri. tidak ada ikatan...dan bisa mengekspresikan kita tentunya positif untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan seperti yang kita inginkan.
Setelah waktu berlalu dan BSD harus berada di manajemen sinar mas, akhirnya BMC di bubarkan dan diserahterimakan ke investor yang yang berada di naungan STAR property di awalnya yang kemudian menjadi TREND property, sempat ga aktif..selain agak kecewa dng manajemn yang baru ada lagi yang penting aku hamil dan melahirkan Rery anak keduaku....setelah sempet ikut di LIPPO Land dan melahirkan Shita anak ketigaku ..aku aktif lagi di bawah Harvia pro dan kemudian AS property property lain terakhir adalah TRIDI pro...
sampai kemudian berpikir untuk bisa jalan sendiri ... dan di 8 juni 2008 doa pertama untuk JARDINN REALTY. pertama kali yang membuatku percaya aku bisa berdiri sendiri adalah Pak Tony ... sebenarnya klien yang mau menitipkan rumahnya di villa melati mas dan sekarang beliau tinggal di USA, beliau ternyata adalah pernah mengajar Tae-Kwondo pertama di karang empat dulu waktu aku masih kecil dan sekarang mungkin masih ada namanya di jajaran petinggi Tae-Kwondo Indonesia. berapa kali bertemu beliau di rumahnya, memberikan banyak pencerahan ... percaya diri yang akhirnya bersama keluargaku jadilah JARDINN REALTY.
kenapa JARDINN REALTY ... kalo dijelaskan pasti akan panjang, akhirnya untuk singkatnya kata adik iparku...Atik... " JR itu adalah JENG RETNO" dan dengan doa dari seluruh keluarga besarku dan keluarga besar my Hubby, jadilah JR berdiri sekarang dan akan selamanya. dengan spirit yang setiap waktu aku bangun sendiri di hatiku ... yang kemudian terasa menjadi rumah keduaku.
terakhir terimakasih untuk Allah SWT yang telah memberikan aku anugerah ini, memiliki JR adalah sesuatu yang sangat berarti buatku dan hidupku. terimakasih kepada my hubby dan anak2ku yang sangat mengerti aku karena dibanyak waktu kadang lebih tercurah ke my JR, terimakasih ke keluarga besarku, kakaku mas Dewo yang percayakan ke aku, semoga aku ga mengecewakannya, ke saudaraku yang lain. terimakasih ke pak Tonny ... semoga beliau membaca. untuk setiap kata yang beliau ucapkan waktu itu masih aku ingat. dan terakhir adalah untuk setiap anggota yang ada di JR .... ga bisa terkatakan. terimakasih.


Meski kantor Jardinn Realty sudah tidak begitu aktif dan telah berganti menjadi Jardinn Tour&Travel bukan berarti telah lenyap. Karena di dunia properti BSD selain sudah begitu padat satu lagi yang tak bisa terus aku lakukan /berjalan adalah waktu yang harus penuh aku curahkan dalam berbagi dengan team atau dalam melayani konsumen karena anak-anak sudah bisa protes dengan keberadaan ibunya. Yang pasti jiwa dan semangat Jardinn untuk bisa selalu berbuat yang terbaik bagi kehidupan ini akan selalu ada, selama Jardinn ada. Apapun nama dibaliknya.

INILAH AKU ....






Aku dilahirkan di Surabaya tanggal 24 Agustus 1968 anak ke 5 dari 7 bersaudara. Dilahirkan di sebuah puskesmas di Tambaksari Surabaya, besar dengan didikan jawa yang nasionalis karena bapak alm adalah seorang guru PMP kala itu. 
Menikmati pendidikan SDku di dekat rumah, karenanya untuk bersekolah harus berjalan kaki. 1 hal yang aku ingat saat sekolah SD adalah bahwa aku harus selalu menjemput teman aku yang rumahnya berdekatan denganku dan posisinya selalu aku lewati, jadi apabila di suatu minggu saat kami bermain ada perselisihan tetapi saat hari senin sekolah aku musti berbesar hati untuk menjemputnya, hal ini dikarenakan apabila aku tidak menjemputnya pasti ibu aku akan bertanya kenapa tidak pergi bersama dan akibatnya malah kena marah. Dari 1 hal yang aku pelajari dari SD itu aku mendapatkan hal bagaimana untuk bisa selalu berdamai dengan hati, bahwa mengalah itu tidak selalu kalah. Sampai sekarang itu aku terapkan di kehidupan aku, rumah tangga bersama suami ataupun ke anak-anak ataupun ke kantor aku JARDINN TOUR&TRAVEL, yang pasti semua yang kita lakukan pastilah akan ada akibatnya. Kalo boleh dibilang saat kecil itu aku selalu berkorban untuk rela  merendahkan hati selalu menghampiri teman aku buat pergi sekolah bersama padahal di hari kemarennya kami sempat berselisih adalah bahwa DAMAI ITU INDAH.

Setelah SD aku menikmati masa SMP di sekolahan terbaik di Surabaya. Tak banyak yang aku ingat hanya menikmati masa remaja yang penuh canda tawa bersama teman, meskipun aku termasuk ga banyak mengenal teman di SMP waktu itu yang mungkin hanya teman2 yang pernah menjadi teman sekelas aku. Yang spesial adalah aku menemukan kedua sahabatku yang sampai sekarang kami sering berbagi ANI dan CEPI. Sebenarnya kami dulu ber4 satu lagi bernama RIRIN yang saat itu lagi musim bikin club-club di sekolah. Makanya kami membuat club bernama VC atau the Venture's Club. Indah sekali mengingatnya kenapa dinamakan venture mungkin selain karena semua diantara kami ngefans sama salah satu idola sekolah kami yang namanya sama dengan itu adalah juga karena berarti bagus yang selalu berusaha atau berani mengambil resiko hehehe aku banget artinya itu ya. yang pasti kenangan itu tak akan terlupa meski sekarang diantara kami telah sama-sama memiliki keluarga, semoga kebahagiaan selalu menyertai kami sampai selamanya.
Dan hidupun terus berlanjut yang aku ingat pas terakhir lulus SMP dan kita harus mengikuti ujian masuk SMA negeri (maklum waktu itu masuk negeri masih harus pakai ujian) aku sakit flu berat (yang aku ingat sampai mengangkat kepala saja tak kuat) dan akhirnya gagalah aku masuk di SMA negri 9 Surabaya. Tapi tak masalah kegagalan sekali tak membuat aku menyerah untuk menggapai apa yang terbaik untukku. Akhirnya berdasarkan saran kakak aku mendaftar di sekolahan SMAK PETRA 1 Surabaya, diterima di Petra aku menikmati masa SMAku dengan berbeda karena sekolah aku waktu itu selalu masuk siang terus sampai aku lulus. Yang pasti satu hal yang aku dapat di SMA adalah perbedaan itu indah, karena justru dalam perbedaan itu kita bisa melihat keagungan Tuhan, bahwa aku harus dan wajib mengikuti pelajaran agama Kristen yang tidak aku anut, bahwa aku berteman dengan banyak teman yang beda warna kulitnya dengan aku. Disitulah indahnya SMA dulu, sebangku dengan seorang yang sama denganku bernama ANIS akan selalu aku ingat. Dan terakhir dari masa SMAku itu aku mendapatkan panggilan dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu untuk mengikuti program PMDK di Universitas Brawijaya Malang fakultas Hukum.
Dan waktupun berlalu aku belajar di Malang yang otomatis beda kota dengan tempat aku tinggal. Pertama-tama belajar di Malang hampir setiap hari aku sudah berada di Surabaya sampai ibu aku sempat bertanya "ini kuliah di Malang koq setiap hari nongol-nongol di Surabaya to?" maklum teman main masih banyak di Surabaya sampai akhirnya ibu aku juga merasakan perbedaan kalau aku justru tidak pernah pulang lagi. Kemudian beliau menemukan jawabannya saat suatu hari aku mengenalkan seorang teman BEDI mahasiswa teknik Pengairan seangkatan di Universitas Brawijaya.
Cerita awal mengenalnya tak pernah terpikir untuk serius yang akhirnya kami bisa bersama hingga sekarang. Awalnya mungkin karena aku pernah ikut bimbingan test di IPIEMS surabaya memiliki seorang teman bernama ANTIK dan dia ternyata sempat berkenalan dengan seorang mahasiswa teknik pengairan UB bernama DIDIK. Saat itu ada teman aku dari lamongan mengatakan bahwa aku dapat salam dari mahasiswa teknik pengairan asal lamongan bernama Didik, padahal kenal juga enggak tapi akhirnya setelah bertemu dan berkenalan dia sering ke kosan buat menanyakan tentang si antik temen aku. yang kemudian suatu hari dia mengenalkan teman sekos dan seangkatannya BEDI, pemuda yang diem, hmm sedikit kucel dengan rambut yang sedikit panjang kriwil-kriwil di belakang. perkenalan yang tak berpikir untuk panjang ceritanya kalo diterusin pasti panjang bener mungkin next dibikin posting sendiri judulnya KETEMU SEORANG BEDI sippp kan?
Yang pasti setelah saat itu memang dialah warna hidupku hingga saat ini, saat kami memutuskan untuk lebih bertanggung jawab pada kehidupan kami kedepan, setelah bersama lebih dari 6 tahun akhirnya di 2 September 1995 aku menjadi nyonya Zubaidi.
Satu keputusan terbaik yang aku lakukan. Akhirnya kehidupan berjalan kami tinggal di Serpong Tangerang, setelah suami aku harus meneruskan belajar S2 ke India saat itulah aku menemukan dunia yang membuat aku tambah bersemangat menghadapi kehidupan dunia : MARKETING, awalnya aku hanya menjadi member freelance untuk properti BSD yang akhirnya mengenalkanku kepada dunia usaha. Setelah managemen BSD berubah menjadi mayoritas milik Sinar Mas, kami para member freelance akhirnya berjalan sendiri- sendiri yang sempat aku mendirikan JARDINN REALTY yang kemudian sekarang menjadi JARDINN TOUR&TRAVEL.
Pelajaran terpenting dari hari-hari yang aku lalui dari aku kecil hingga kini adalah satu bahwa apa yang kita tanam itulah akan kita tuai, tak harus indah cerita yang kita miliki tapi percayalah semua akan indah pada waktunya, karena Allah SWT telah memberikan masing-masing dari kita cerita yang tak akan bisa kita hindari, tetapi karena kita tidak tahu bagaimana cerita kita maka yang sebenarnya dalam hidup ini kitalah sutradara dari kehidupan kita sendiri, mau baik atau buruk, mau susah atau senang kita semua yang menentukan, tergantung pikiran dan sikap kita dalam bertindak dan dalam memaknai kehidupan ini.
Syukur dan terimakasih selalu kepada Allah SWT yang telah memberikan kehidupan indah kepadaku, mempertemukan aku dengan orang-orang terbaik pilihanNya, yang akan bisa membekaliku dalam melangkah kedepan dengan penuh kebaikan dan berarti.