Senin, 16 Maret 2015

POLITIK DI MATAKU ... "HARUSNYA ADA KEPENTINGAN ABADI UNTUK RAKYAT"



Ditulis karena mendapat info pasti kalau tidak memenuhi syarat suara untuk bisa menjadi wakil rakyat di senayan melalui KPU, saat disampaikan ke ibuku yang awalnya beliau yang memintaku untuk melakukannya dengan benar, beliau mengatakan tak ada masalah masih tetap bangga karena aku bisa melangkah dari awal hingga akhir sesuai dengan hati dan tidak melanggar apapun aturan meski ternyata dalam politik melanggar itu biasa (hikkkss miris tenan, beliau tahu dan memantau terus lewat metro tv dan tv one je). Kalau disampaikan ke trio krucilku mereka bilang alhamdulillah karena berarti ibunya akan kembali total menjadi ibu mereka hehehe (jadi ingat waktu di DPP utk mengurus kelengkapan berkas caleg sm temenku Vio, saat harus tanda tangan lembar bersedia 24 jam untuk Indonesia, menghela nafas istighfar dan ga langsung tanda tangan sampai Vio maksa "ayo jeng tanda tangan, kalau ga ditanda tangani nanti ga bisa diproses" hikkss apapun Vi ... u are my best friend, terimakasih sudah menemaniku di DPP yang tentunya menjadi sebuah pengalaman buatmu juga yg ngefans bapak Prabowo to?? hehehe tunggulah petualangan kita selanjutnya ya hehehe).

Politik, ada yang bilang ga ada kawan atau lawan yang abadi di politik tapi yg ada adalah kepentingan yg abadi. Kepentingan? sebenarnya kalau kepentingan itu dikonotasikan untuk rakyat memang harusnya itu. DALAM POLITIK HARUSNYA ADA KEPENTINGAN ABADI UNTUK RAKYAT. Tapi kenyataannya rakyat hanya menjadi pujaan saat akan mendapatkan kekuasaan, dimanja dengan banyak pemberian, disebutkan untuk rakyat dan ternyata memang hanya waktu pemilihan dan yang tahun ini sangat-sangat bebas meski itu melanggar. Siapa yang tidak melihat politik uang atau pemberian barang, poinnya pemberian untuk mendapatkan simpati. Dan yang aneh, sempat dengar salah satu pengamat di TV seperti itu sah-sah saja sebagai cara dari masing-masing. Astaghfirullah ... ga usah diteruskan ya? toh sudah pada tahu.

Satu hal yang jujur selalu aku pertanyakan, kemana hati orang-orang itu, melihat kepalsuan, melihat ketidak jujuran seperti biasa saja atau bukan suatu yang salah. Ada hal yang dituduhkah salah bertahun-tahun tanpa bukti, dan yang terlihat dalam sekian gambar salah tapi justru dipuja. Bukan untuk perdebatan, dan mungkin berpikir karena aku berpihak, sudah ditulis di catatanku sebelumnya, aku yang 2009 itu adalah termasuk GOLPUT yang ga perduli bagaimana politik berjalan, yang penting aku dan keluargaku saja. Sampai kemudian banyak hal yang menyadarkanku, melihat ketidak adilan, melihat ketidak jujuran dimana-mana dan hanya ingin berbuat meski hanya sedikit yang mungkin ga miliki arti, tapi benar menurut hati dan keyakinanku. Memberikan info yang benar, membuka hati supaya tidak tertipu oleh pribadi-pribadi yang ambisi, meskipun hanya satu orang yang mendengarkan dan percaya itu sudah cukup buatku.

Ada yang pernah menulis di komen postinganku "yang banyak ditakuti dan dimusuhi biasanya baik" dan " .... mayoritas masyarakat kita yg terbiasa dg orang2 munafik...manis mulut busuk hati...masyarakat kita suka pada sosok yg kesannya baik, 'lembah manah', sok sederhana, sok perhatian dan kesannya teraniaya" membuat gambaranku tentang politik itu semakin nyata, dan biar hanya untuk aku sendiri, untuk aku melangkah pada keyakinanku, tak akan ada yang membuatku bisa berbeda dalam apapun, karena menjadi diri sendiri adalah yang terbaik.

Suatu kebanggaan pribadi dalam perjalananku sebagai caleg kemaren, salah satunya adalah bertemu bapak Prabowo Subianto, melihatnya bicara langsung, mendengarnya berbicara untuk NKRI terasa sekali dalam dan kuatnya. Mengetahui banyak hal jawaban tentang beliau dan hal-hal yang dulunya juga menjadi pertanyaanku. Merasakan kesamaan dalam berpikir dalam bertindak "WNI yg sehat jasmani rohani semua punya hak untuk memimpin negri ini dan saya mengajukan diri, kalau nanti ternyata tidak dikehendaki ya ga masalah buat saya" belum lagi kalau mendengarnya menjelaskan langkah2 transformasi bangsa dalam bahasa inggris ... wowww the real leader, dan bangga menjadi bagiannya. Meihat dari dekat adalah meihat sesosok pemimpin yang akan mengangkat negri ini, di negara yang banyak orang bilang kronis ini dan saat aku bertanya di banyak orang, sependapat sekali dengan yg menyampaikan sbb : diperlukannya orang yang tegas dan berpihak pada rakyat, diibaratkan seorang yang akan menggunakan gunting bila melihat rambutnya bercabang.

Foto ini diambil saat perkenalan caleg, ga pernah aku berikan background karena aku meihat sucinya hati bapak Prabowo untuk membenahi negri ini seperti background foto itu. Kadang secara pribadi mengamati, beliau ini harusnya istirahat menikmati hidupnya yang bisa lebih nyaman, tapi selalu yang dipikirkan adalah rakyat kecil yang terpinggirkan, yang terabaikan oleh kekuasaan yang harusnya mengatur negri ini baik. Semakin mengenal beliau semakin tahu bagaimana dari kecil dedikasinya ditujukan kepada negri ini, "umur 17 thn saya sudah tanda tangan kontrak mati untuk Indonesia" hikksss sementara aku kemaren mau tangan bersedia 24 jam untuk Indonesia saja mikir 1000x sambil membik lagi hiksss (maklum waktu itu belum begitu mengenal beliau ini). Dan sekarang mungkin dalam bertindakku orang akan meihat backgroundku, sebagai orang partai, tapi semoga bukan imej negatif orang partai yang akan menyertaiku. aamiin.

Terakhir kuucapkan Alhamdulillah, atas hasil yang disampaikan keluargaku yang ada di KPU (mereka sampaikan dengan terharu jumlah suaranya lumayan signifikan - padahal aku hanya minta 1 suara saja, hikkss selalu itu yg aku sampaikan kalau mereka mulai melemah melihat serangan yang lain yang kuat dengan uangnya- meskipun ditengah medan yang penuh dengan politik uang dan menurut mereka salah satu kelemahannya adalah aku sendiri ga bisa maksimal terjun dikarenakan kondisi kesehatan yang tak memadai) meski belum menerimas surat resmi dari DPP. Terimakasih untuk semua doa dan dukungannya, mohon maaf kalau kemudian hasilnya mengecewakan. Yang pasti doa juga selalu untuk semua yang telah memberikan doa dan dukungan kemaren semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam kehidupan semua.

Dan ga akan berubah adalah HRS tetaplah Heri Retno Sunarihati, tetap melangkah dengan Kumpul Bocah Pinter dan Eka HRS mulai Tuban Bojonegoro. Meski cuma kecil bertindak, tapi tulus dilakukukan dengan hati karena percaya ....
"APA YANG KITA TANAM ITULAH YANG KITA TUAI."

#HRSSEMANGAT


Tulisan ini aku dedikasikan khusus kepada teman-teman, kerabat yang mungkin tak bisa aku sebutkan satu persatu, yang utama kepada my lovely husband terimakasih tak terhingga karena memberikan ijinku dalam melangkah di  hal baru ini dan kepada trio krucilku yang rela kehilangan waktu bersama ibuknya selama satu tahun terakhir kemaren Terimakasih.

ditulis ulang dri catatanku https://www.facebook.com/notes/retno-sunarihati/politik-di-mataku-harusnya-ada-kepentingan-abadi-untuk-rakyat/10152440028489136

TETAPLAH BERPROSES BAIK APAPUN HASILNYA



Ditulis, meski belum tahu hasil final dr sidang KPU utk Jatim 9. Tapi gambaran dan laporan crew yg disana menyatakan semakin beratnya medan pertempuran. Lebih mudah berhadapan dengan masyarakat yang asli mengatakan "ada uang ada suara" dimengertinya itu karena mungkin memang kondisi ekonomi ataupun pengetahuan bagaimana membuat demokrasi yang benar itu sangat kurang, salah siapa?? (judule tanya sama rumput yang bergoyang hahaha)>
Kadang mikir sejak awal ingin sekali melangkah sendiri, dari hati ke hati, menyampaikan bahwa waktunya semua bisa berpikir bahwa politik itu sebenernya baik seperti apa yang dipercaya ibuku meski kita semua dan beliau sendiri melihat betapa kotor dan buruknya politik negri ini. Ga mudah mengubahnya, tapi harusnya saat pemilu adalah saat rakyat berkuasa merasakan memiliki negara ini, menetukan siapa yang pantas memimpin negara ini. Bukan diberikan kepada mereka yang hanya menebar janji kemudian mengabaikannya atau bahkan menganggap bohong biasa dalam politik, bukan pada mereka yang berani membayar berapapun untuk mendapatkan suara rakyat itu. Meski kenyataannya merekan masih mendapatkan tempat itu.
Dan memang akhirnya aku harus dihadapakan pada banyak kenyataan, bukan mengenai beratnya  perjuangan yang mengawasi jalannya penentuan di KPU. Tapi kenyataan yang kemudian banyak aku hadapi, kenyataan yang andai jujur agak membuatku tidak fokus dalam langkah awalku. Dimulai sejak setelah lebaran tahun lalu, saat melihat adikku sakit. Kelelahan badan karena mesti bolak-balik Tangsel-Surabaya dan karena emosi pikiran (kata dokter) yang mengakibatkan aku sendiri kemudian harus mengidap sakit yang jika aku abaikan akan fatal membuatku sedikit menghela nafas dan mengingat selau semua adalah takdir Yang Maha Kuasa. Yang memberi kita kehidupan, yang sudah menulis apapun yang terjadi. Sampai kemudian merasakan kehilangan sekalii Ibu Mertuaku beliau yang teramat aku hormati, kesederhanaan, kepolosannya dan perjuangannya utk memberikan yang terbaik kepada semua yang dikasihinya, ga hanya suami anak dan menantunya tapi juga kepada teman2nya dan juga jadi tahu politik membuat kawan sama sekali tak memilliki hati meski hanya mengucapkan duka atas kepergian pasiennya, hanya karena beliau adalah ibu Mertuaku. Ambisi manusia mengabaikan janjinya sebagai dokter utk peduli kemanusiaan, dan juga mengabaikan pertemanan. Hanya bisa tersenyum saat menyadari itu.
Sekali lagi tentang HRS, apapun hasilnya adalah baik buatku. Bagaimana saat mendengar secar polos krucilku menyampaikan bahwa dia berdoa supaya ibu ga jadi dewan karena ga mau ditinggal-tinggal tapi berdoa juga supaya eyang utinya ga sedih, karena mereka tahu kalau langkahku ini awalnya adalah untuk beliau dan tempat lahir beliau.
Yang pasti terimakasih aku ucapkan kepada siapapun yang membaca ini yang mendukungku dengan doa dan juga yang mendukungku dengan memberikan suara, seperti awal yang aku sampaikan kepada crew HRS saat mereka mengawali langkah, bagaimana jika setiap langkah mereka dan tidak mendapatkan hasil. Aku sampaikan kepada mereka "Aku ga butuh banyak suara, cukup satu suara, yang diberikan karena mengenalku, karena keyakina dan harapan akan hal yang lebih baik di kehidupan 5 thn kedepan, itu sudah cukup" dan saat jam pertama di 9 april kemaren ada seorang yang mengirimkan foto melalui BBMku atas suara yang diberikannya untukku membuatku merasakan satu hal yang sebenarnya semua orang itu menginginkan hal yang benar, yang baik meski terkadang keadaan membuatnya berbeda.
Selain terimakasih juga mengucapkan permohonan maaf kalau kemudian segala doa dan dukungan nanti tetap tidak memberikan hasil yang baik, bukan menyalahkan sistem atau siapapun karena yang pasti kekalahan bukan berarti bisa membuat kita berhenti untuk bisa berbuat kepada yang lain meskipun itu hanya kecil. Yang pasti selalu aku sampaikan kepada Crew HRS yang mewakiliku melangkah, mereka adalah orang2 terbaik yang tulus, yang menghargaiku dan yang utama ... percaya akan harapan untuk mempunyai wakil rakyat yang berbeda. (mewek nih nulisnya) ... YANG PENTING meskipun di lapangan banyak menganggap hal tak benar itu sebagai suatu hal yang biasa KITA TETAP KUAT UNTUK BERPROSES BENAR DARI AWAL HINGGA AKHIR

Banyak pelajaran, yang terpenting sekarang adalah sehat terlebih dahulu. Kemudian mengatur langkah lagi, mencari pengalaman indah lagi dan mungkin lebih seru. NANTIKANLAH ... dan siapkan dirimu (hahahaha pissss)

SEMANGAT MAS BRO, MBAK BRO, BU BRO DAN PAK BRO ... Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai, ga sekarang menuai, kelak pasti akan ada hasil baik dari perjalanan ini. ONCE MORE ... SEMANGAT !!!!!

diambil dari catatanku  https://www.facebook.com/notes/retno-sunarihati/tetaplah-berproses-baik-apapun-hasilnya/10152420662004136

SEHARI MENUJU 9 APRIL 2014

Sebuah catatan perjalananku, yg diawali tahun lalu saat aku mendapat telpon yg memberikan tawaran utk maju dalam PILEG 2014, sebuah gambaran yang tadinya justru sangat apatis dimataku. Karena thn sebelumnya aku termasuk golput, sampai kemudian pada posisi aku masuk dalam daftar tetap di KPU.
Mengawalinya dengan beberapa pertanyaan yang akhirnya aku temukan jawabannya, betapa salahnya dulu aku golput karena sekarang malah aku ditawari untuk bisa beli suara golput. Entah benar atau tidak, tapi itulah kenyataan, sampai kemudian ibuku sendiri yg menelpon langsung dari arab (saat beliau umroh) hanya ingin menyampaikan betapa beliau punya harapan kepadaku supaya bisa berbuat untuk tanah kelahiran belaiu, untuk tanah tempat dimana alm. bapakku dimakamkan ... dan satu aku tambahkan, untuk tanah kelahiran orang yang paling berarti dalam kehidupanku. my hubby (suamiku). Berbuat yang benar, menyampaikan apa itu politik yang sebenarnya kepada masyarakat di tempat kelahiran beliau dan satu lagi agar aku juga lebih mengenali Tuban, suatu tempat dimana sejak kecil paling aku sukai jika berlibur, tempat mudik kecilku dan alhamdulillah skrgpun mudiknya ke Tuban.

Mulai dari awal dengan berkomitmen meski hanya sekedar untuk mendengar, jadi sering terbang ke surabaya dan terkadang bawa mobil sendiri jalan ke tuban bojonegoro untuk bisa mengenal, Tuban - Bojonegoro seperti apa. Melangkah sendiri, mendengar harapan siapapun yang aku temui, menyimpannya dalam bentuk video kalau berkenan di rekam, ada yg takut sama polisi ya mungkin hanya difoto, kalau masih ga mau juga, cukup berkenalan. Suatu pengalaman tak akan terlupa, kemana pemimpin negri ini saat rakyatnya memerlukan mereka, meski ga berani berkeluh kesah. Dari sinilah kemudian menemukan solusi untuk Tuban Bojonegoro "POSKO ASPIRASI MASYARAKAT TUBAN BOJONEGORO"

Sampai kemudian saat cobaan demi cobaan datang di kehidupanku, menghadapinya dengan senyum akan lebih baik daripada berkeluh kesah atau kemudian putus asa. Ga bisa diceritakan satu persatu masalah itu, cukup buatku mengingat kuasaNya selalu. Salah satunya adalah permintaan dokter kepadaku untuk istirahat total, karena kalau mengabaikannya akan berakibat tidak baik buat kesehatanku. Tetap menghadapinya dengan senyum, mengatur langkah lain dan tak menghentikan langkahku menuju 9 April.

Besok adalah penentuan segala perjalananku yg diawali tahun kemaren, mengenal keluarga lebih dekat, menemukan banyak teman meski tahu juga banyak yang mentertawakan atau meremehkan. Tapi itu lah proses yang harus aku alami, proses lebih memahami, proses menelaah diri. Perjuangan bersama keluarga dan teman yang mendukungku, tulus untuk persahabatan dan tulus untuk perbedaan di kehidupan bermasyarakat di Tuban Bojonegoro "TETAPLAH BERPROSES BAIK APAPUN HASILNYA."

Satu demi satu tak bisa aku sebutkan, tapi apa yang terasa di hati ini semoga tersampaikan atas kuasa-Nya. Kalau apa yang selama ini kita yakini benar hasilnya pasti akan baik, kalau belum baik berarti itu bukan hasil. Pasti ada hikmah indah dibaliknya.

Apapun hasilnya tak akan merubah aku menjadi orang lain, dari dulu hingga nanti. Yang selalu percaya kalau apa yang kita tanam itulah yang kita tuai.

Dan berangkat dari memenuhi harapan ibuku satu-satunya, hingga tahu apa yang diperlukan disana adalah mimpi yang akan aku perjuangkan hingga detik terkhir "POSKO ASPIRASI MASYARAKAT TUBAN BOJONEGORO". Apapun hasilnya esok ... akan memuaskanku karena dari awal hingga akhir sudah bisa melakukannya dengan benar, andai dikatakan sebagai pertandingan BERARTI KALAU MENANG SUDAH AKU LAKUKAN DENGAN BENAR DEMIKIAN JUGA SEBALIKNYA.

diambil dari catatanku  https://www.facebook.com/notes/retno-sunarihati/sehari-menuju-9-april-2014/10152395248759136