Ditulis, meski belum tahu hasil final dr sidang KPU utk Jatim 9. Tapi gambaran dan laporan crew yg disana menyatakan semakin beratnya medan pertempuran. Lebih mudah berhadapan dengan masyarakat yang asli mengatakan "ada uang ada suara" dimengertinya itu karena mungkin memang kondisi ekonomi ataupun pengetahuan bagaimana membuat demokrasi yang benar itu sangat kurang, salah siapa?? (judule tanya sama rumput yang bergoyang hahaha)>
Kadang mikir sejak awal ingin sekali melangkah sendiri, dari hati ke hati, menyampaikan bahwa waktunya semua bisa berpikir bahwa politik itu sebenernya baik seperti apa yang dipercaya ibuku meski kita semua dan beliau sendiri melihat betapa kotor dan buruknya politik negri ini. Ga mudah mengubahnya, tapi harusnya saat pemilu adalah saat rakyat berkuasa merasakan memiliki negara ini, menetukan siapa yang pantas memimpin negara ini. Bukan diberikan kepada mereka yang hanya menebar janji kemudian mengabaikannya atau bahkan menganggap bohong biasa dalam politik, bukan pada mereka yang berani membayar berapapun untuk mendapatkan suara rakyat itu. Meski kenyataannya merekan masih mendapatkan tempat itu.
Dan memang akhirnya aku harus dihadapakan pada banyak kenyataan, bukan mengenai beratnya perjuangan yang mengawasi jalannya penentuan di KPU. Tapi kenyataan yang kemudian banyak aku hadapi, kenyataan yang andai jujur agak membuatku tidak fokus dalam langkah awalku. Dimulai sejak setelah lebaran tahun lalu, saat melihat adikku sakit. Kelelahan badan karena mesti bolak-balik Tangsel-Surabaya dan karena emosi pikiran (kata dokter) yang mengakibatkan aku sendiri kemudian harus mengidap sakit yang jika aku abaikan akan fatal membuatku sedikit menghela nafas dan mengingat selau semua adalah takdir Yang Maha Kuasa. Yang memberi kita kehidupan, yang sudah menulis apapun yang terjadi. Sampai kemudian merasakan kehilangan sekalii Ibu Mertuaku beliau yang teramat aku hormati, kesederhanaan, kepolosannya dan perjuangannya utk memberikan yang terbaik kepada semua yang dikasihinya, ga hanya suami anak dan menantunya tapi juga kepada teman2nya dan juga jadi tahu politik membuat kawan sama sekali tak memilliki hati meski hanya mengucapkan duka atas kepergian pasiennya, hanya karena beliau adalah ibu Mertuaku. Ambisi manusia mengabaikan janjinya sebagai dokter utk peduli kemanusiaan, dan juga mengabaikan pertemanan. Hanya bisa tersenyum saat menyadari itu.
Sekali lagi tentang HRS, apapun hasilnya adalah baik buatku. Bagaimana saat mendengar secar polos krucilku menyampaikan bahwa dia berdoa supaya ibu ga jadi dewan karena ga mau ditinggal-tinggal tapi berdoa juga supaya eyang utinya ga sedih, karena mereka tahu kalau langkahku ini awalnya adalah untuk beliau dan tempat lahir beliau.
Yang pasti terimakasih aku ucapkan kepada siapapun yang membaca ini yang mendukungku dengan doa dan juga yang mendukungku dengan memberikan suara, seperti awal yang aku sampaikan kepada crew HRS saat mereka mengawali langkah, bagaimana jika setiap langkah mereka dan tidak mendapatkan hasil. Aku sampaikan kepada mereka "Aku ga butuh banyak suara, cukup satu suara, yang diberikan karena mengenalku, karena keyakina dan harapan akan hal yang lebih baik di kehidupan 5 thn kedepan, itu sudah cukup" dan saat jam pertama di 9 april kemaren ada seorang yang mengirimkan foto melalui BBMku atas suara yang diberikannya untukku membuatku merasakan satu hal yang sebenarnya semua orang itu menginginkan hal yang benar, yang baik meski terkadang keadaan membuatnya berbeda.
Selain terimakasih juga mengucapkan permohonan maaf kalau kemudian segala doa dan dukungan nanti tetap tidak memberikan hasil yang baik, bukan menyalahkan sistem atau siapapun karena yang pasti kekalahan bukan berarti bisa membuat kita berhenti untuk bisa berbuat kepada yang lain meskipun itu hanya kecil. Yang pasti selalu aku sampaikan kepada Crew HRS yang mewakiliku melangkah, mereka adalah orang2 terbaik yang tulus, yang menghargaiku dan yang utama ... percaya akan harapan untuk mempunyai wakil rakyat yang berbeda. (mewek nih nulisnya) ... YANG PENTING meskipun di lapangan banyak menganggap hal tak benar itu sebagai suatu hal yang biasa KITA TETAP KUAT UNTUK BERPROSES BENAR DARI AWAL HINGGA AKHIR
Banyak pelajaran, yang terpenting sekarang adalah sehat terlebih dahulu. Kemudian mengatur langkah lagi, mencari pengalaman indah lagi dan mungkin lebih seru. NANTIKANLAH ... dan siapkan dirimu (hahahaha pissss)
SEMANGAT MAS BRO, MBAK BRO, BU BRO DAN PAK BRO ... Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai, ga sekarang menuai, kelak pasti akan ada hasil baik dari perjalanan ini. ONCE MORE ... SEMANGAT !!!!!
diambil dari catatanku https://www.facebook.com/notes/retno-sunarihati/tetaplah-berproses-baik-apapun-hasilnya/10152420662004136

Tidak ada komentar:
Posting Komentar