Senin, 16 Maret 2015

SEHARI MENUJU 9 APRIL 2014

Sebuah catatan perjalananku, yg diawali tahun lalu saat aku mendapat telpon yg memberikan tawaran utk maju dalam PILEG 2014, sebuah gambaran yang tadinya justru sangat apatis dimataku. Karena thn sebelumnya aku termasuk golput, sampai kemudian pada posisi aku masuk dalam daftar tetap di KPU.
Mengawalinya dengan beberapa pertanyaan yang akhirnya aku temukan jawabannya, betapa salahnya dulu aku golput karena sekarang malah aku ditawari untuk bisa beli suara golput. Entah benar atau tidak, tapi itulah kenyataan, sampai kemudian ibuku sendiri yg menelpon langsung dari arab (saat beliau umroh) hanya ingin menyampaikan betapa beliau punya harapan kepadaku supaya bisa berbuat untuk tanah kelahiran belaiu, untuk tanah tempat dimana alm. bapakku dimakamkan ... dan satu aku tambahkan, untuk tanah kelahiran orang yang paling berarti dalam kehidupanku. my hubby (suamiku). Berbuat yang benar, menyampaikan apa itu politik yang sebenarnya kepada masyarakat di tempat kelahiran beliau dan satu lagi agar aku juga lebih mengenali Tuban, suatu tempat dimana sejak kecil paling aku sukai jika berlibur, tempat mudik kecilku dan alhamdulillah skrgpun mudiknya ke Tuban.

Mulai dari awal dengan berkomitmen meski hanya sekedar untuk mendengar, jadi sering terbang ke surabaya dan terkadang bawa mobil sendiri jalan ke tuban bojonegoro untuk bisa mengenal, Tuban - Bojonegoro seperti apa. Melangkah sendiri, mendengar harapan siapapun yang aku temui, menyimpannya dalam bentuk video kalau berkenan di rekam, ada yg takut sama polisi ya mungkin hanya difoto, kalau masih ga mau juga, cukup berkenalan. Suatu pengalaman tak akan terlupa, kemana pemimpin negri ini saat rakyatnya memerlukan mereka, meski ga berani berkeluh kesah. Dari sinilah kemudian menemukan solusi untuk Tuban Bojonegoro "POSKO ASPIRASI MASYARAKAT TUBAN BOJONEGORO"

Sampai kemudian saat cobaan demi cobaan datang di kehidupanku, menghadapinya dengan senyum akan lebih baik daripada berkeluh kesah atau kemudian putus asa. Ga bisa diceritakan satu persatu masalah itu, cukup buatku mengingat kuasaNya selalu. Salah satunya adalah permintaan dokter kepadaku untuk istirahat total, karena kalau mengabaikannya akan berakibat tidak baik buat kesehatanku. Tetap menghadapinya dengan senyum, mengatur langkah lain dan tak menghentikan langkahku menuju 9 April.

Besok adalah penentuan segala perjalananku yg diawali tahun kemaren, mengenal keluarga lebih dekat, menemukan banyak teman meski tahu juga banyak yang mentertawakan atau meremehkan. Tapi itu lah proses yang harus aku alami, proses lebih memahami, proses menelaah diri. Perjuangan bersama keluarga dan teman yang mendukungku, tulus untuk persahabatan dan tulus untuk perbedaan di kehidupan bermasyarakat di Tuban Bojonegoro "TETAPLAH BERPROSES BAIK APAPUN HASILNYA."

Satu demi satu tak bisa aku sebutkan, tapi apa yang terasa di hati ini semoga tersampaikan atas kuasa-Nya. Kalau apa yang selama ini kita yakini benar hasilnya pasti akan baik, kalau belum baik berarti itu bukan hasil. Pasti ada hikmah indah dibaliknya.

Apapun hasilnya tak akan merubah aku menjadi orang lain, dari dulu hingga nanti. Yang selalu percaya kalau apa yang kita tanam itulah yang kita tuai.

Dan berangkat dari memenuhi harapan ibuku satu-satunya, hingga tahu apa yang diperlukan disana adalah mimpi yang akan aku perjuangkan hingga detik terkhir "POSKO ASPIRASI MASYARAKAT TUBAN BOJONEGORO". Apapun hasilnya esok ... akan memuaskanku karena dari awal hingga akhir sudah bisa melakukannya dengan benar, andai dikatakan sebagai pertandingan BERARTI KALAU MENANG SUDAH AKU LAKUKAN DENGAN BENAR DEMIKIAN JUGA SEBALIKNYA.

diambil dari catatanku  https://www.facebook.com/notes/retno-sunarihati/sehari-menuju-9-april-2014/10152395248759136

Tidak ada komentar:

Posting Komentar